1. Izhar Halqi: Nun mati/tanwin bertemu huruf tenggorokan (ء, ه, ح, خ, ع, غ), dibaca jelas tanpa dengung.
Contohnya:
من أمن (man amana), من حيث (min haitsu), ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ (dzarrotin khoiro-yyaroh)
2. Idgham Bighunnah: Bertemu huruf ي, ن, م, و, dibaca masuk dengan dengung.
Contohnya:
ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ (dzarrotin khoiro-yyaroh)
مَنْ يَعْمَلْ (may ya'mal) atau خَيْرًا لَهُ (jika bertemu huruf lain, misal: مِنْ وَالٍ).
3. Idgham Bilagunnah: Bertemu huruf ل atau ر, dibaca masuk tanpa dengung.
Contohnya:
مِنْ رَبِّهِمْ (mir rabbihim) atau رِزْقًا لَكُمْ (rizqal lakum).
4. Iqlab: Bertemu huruf ب, dibaca mengganti suara nun/tanwin menjadi suara mim disertai dengung.
Contohnya: مِنْ بَعْدِ (mim ba'di) سَمِيعٌ بَصِيرٌ (samī'um baṣīrun)
5. Ikhfa Hakiki: Membaca nun mati atau tanwin dengan suara samar (antara izhar dan idgham) serta mendengung.
Hurufnya: 15 huruf selain huruf izhar, idgham, dan iqlab, yaitu: ت، ث، ج، د، ذ، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ف، ق، ك
Contohnya:
اِنْ كَانَ (in kāna)
صَرِيحًا صَادِقًا (soriihan soodiqon)
من شر (min syarri)
من قبل (min qoblu)
من دون الله (min dunillah)