Qalqalah secara bahasa artinya pantulan atau getaran suara. Dalam ilmu tajwid, qalqalah adalah bunyi memantul saat melafalkan huruf qalqalah yang mati (sukun) atau diwakafkan. Huruf qalqalah ada lima, yaitu ba (ب), jim (ج), dal (د), tha/tha' (ط), dan qaf (ق) (disingkat ba-ju-di-tho-qo)
Pembagian Qalqalah
Secara umum, qalqalah dibagi menjadi dua jenis utama, namun sebagian ulama tajwid membaginya menjadi tiga berdasarkan tingkat ketukan dan posisinya:
Qalqalah Sughra (Kecil)
Terjadi jika huruf qalqalah berharakat sukun asli di tengah kata atau kalimat. Pantulan suaranya terdengar tidak terlalu besar.
Contoh: يَبْطِشُونَ (yabthisyuun), يَجْعَلُونَ (yaj'aluun).
Qalqalah Kubra (Besar)
Terjadi jika huruf qalqalah berada di akhir kata lalu dibaca berhenti (waqaf), baik aslinya sukun maupun hidup tapi disukunkan karena waqaf. Pantulan suaranya lebih kuat daripada sughra.
Contoh: وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (ahad), عَلَقٍ (alaq).
Qalqalah Akbar (Sangat Besar / Syaddah)
Terjadi jika huruf qalqalah berada di akhir kata dan memiliki tanda tasydid, lalu dibaca berhenti (waqaf). Pantulan dan penekanannya adalah yang paling kuat dan tinggi.
Contoh: وَتَبَّ (watabbi -> watab), الْحَقِّ (al-haqqi -> al-haqq)